Akselerasi Program Indonesia Sehat Kabupaten Pangandaran

Bidang P2P

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Aang Saefurahmat mengatakan, Bidang P2P secara umum telah melaksanakan berbagai kegiata. Ada kegiatan eliminasi malaria. Berdasarkan hasil asesmen, kegiatan ini mendapatkan nilai tertinggi di provinsi.

Kegiatan lainnya, berupa mendorong pengobatan terhadap ODHA untuk aktif ARV ada sebanyak 60 orang. Evakuasi ODGJ sekitar 700 orang. Sebagian sudah masuk ke RSJ Marzoeki Mahdi. Dalam hal ini, Kabupaten Pangandaran melalui PKM Cijulang mendapat juara Inovasi Kesehatan Jiwa.

Kemudian, temuan kasus TBC dengan cakupan temuan sebanyak 78,8 persen. Selanjutnya, cakupan skrining iva test. Beberapa indikator tersebut, ada peningkatan cakupan dari tahun sebelumnya.

“Kemudian, kasus KLB Covid-19 dapat terkendali. Dari penurunan kasus hingga zero kematian. Begitu pula KLB leptospirosis dapat terkendali. Terjadi penurunan kasus dan tidak ada lagi yang meninggal akibat kasus tersebut,” ungkap Aang Saefurahmat. 

Kegiatan-kegiatan tersebut harus disinergikan dan diakselerasikan dengan Program Indonesia Sehat di wilayah Kabupaten Pangandaran. Lewat analisis dan integrasisasi data-data PIS-PK dengan program lainnya akan menunjang keberhasilan program kesehatan di Kabupaten Pangandaran. Semoga akselerasi Program Indonesia Sehat di Kabupaten Pangandaran ini, bisa integral dan sinergi dengan program-program lainnya untuk bisa mencapai hasil maksimal. (AD)

admin

www.MiqraIndonesia.com adalah situs nasional menggali sisi lain informasi kehidupan manusia yang memberi inspirasi, ilmu, motivasi dan amal ibroh bagi pembacanya yang dikemas secara sederhana dan menarik.

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!